Untukmu,
seseorang biasa yang baik tingkah maupun rupa
dari seseorang yang menganggapmu istimewa
Ada yang merindukanmu
diantara derik jangkrik
tangis gerimis
dan manjanya senja
“Aku ingin mencintaimu dengan
sederhana, seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang
menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti isyarat yang
tak sempat dikirimkan butiran air kepada awan yang menjadikannya hujan”
Hari minggu. Pagi ini kudekap
angan, hanya dingin yang merasuk dalam
ragaku, namun terasa dalam biasnya ada sapamu. Sapa yang dulu selalu kau lempar
pada pagiku, sapa yang dulu menjadi awal senyum dipagiku; melihatmu,
mendengarmu, dan merasakan aroma hadirmu masih terpaku hingga kini, walaupun
itu tak ada lagi ragamu dimataku.
Cinta dapat mengubah
pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi
sembuh, penjara menjadi surga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi
rahmat.
Siang ini kubawa rinduku dalam
kantung-kantung plastik, mengemasnya meski tak rapi dan mengikatnya erat agar
tak lenyap. Lalu kusimpan dalam tas dan memastikan takkan pernah jatuh. Sore
ini aku menatanya dikamar, pada bingkai-bingkai yang pernah kupamerkan ke teman-temanku.
Lalu kupandang, kemudian memastikan ia tak akan hilang. Malam ini kubawa
bermimpi pada jalan menuju pelangi. Pada langit diujung sana, ada bintang yang
menderang; sebuah harapan
Ketika satu pintu
tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang aku terlalu menyesali pintu yang
tertutup, hingga aku tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.
Ceritakan padaku tentang
pedihnya sebuah kehilangan, yang terbang diatas awan senja merah saga dan
menyisakan ngilum menikam didada. Dalam derap waktu yang bergegas akan segera
kubaluri hatimu dengan sejuk bening embun dan tulus cintaku.
Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa
penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana
ada cinta, di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.
Ceritakan padaku tentang
perihnya sebuah pengorbanan yang membakar habis segenap asamu dan meninggalkan
sepotong lara mengendap didasar kalbu agar kubuatkan untukmu. Rumah diatas awan
tepat dipuncak larik pelangi, yang kubangun dari setiap desir rindu dan
khayalan, merangkai impian bersamamu. Dari bilik hatiku, yang senantiasa
percaya kebahagiaan kita adalah keniscayaan tak terlerai. Aku mohon kalau kau
mau pergi maka pergilah dengan kebahagiaan dan jika kamu ingin menetap dihati
yang sudah siap ini, menetaplah dengan tegap. Terima kasih :’)


