Rabu, 04 September 2013

Aku percaya kamu kembali


Saat aku rela menunggumu untuk sekian lama pun karena aku tidak rela jika harus kehilangan dirimu. Dirimulah yang selalu mengajarkanku banyak cerita yang sebelumnya belum pernah kudengar sedikit pun. Tidak peduli orang lain bilang aku bodoh karna hanya aku yang merasakan cinta yang begitu besar ini

   Saat kamu pergi, kamu meninggalkan jarak diantara kita dan dengan jarak, seseorang dapat menimbang dan menakar. Dengan jarak, seseorang dapat saling merindu. Jarak antara aku dan kamu adalah bentangan kerinduan tempat kami membangun jembatan hati menuju pertemuan setelah lebih dari lima purnama tidak bersua. Perbedaan diantara aku dan kamu adalah warna pelangi yang indah yang menandakan aku dan kamu adalah satu.

   Aku membutuhkan kata untuk kurangkai agar kamu tau segala isi hatiku. Aku membutuhkan aroma wewangian untuk kukirim lewar angin, agar kamu dapat membaui aroma cintaku. Aku mendambakan sebuah gelombang yang dahsyat, agar aku dapat segera terdampar di pulaumu. Aku juga membutuhkan tanah untuk menanam benih cinta yang sempat kamu titipkan padaku sebelum kamu pergi. Dan aku harus merasakan kepedihan yang teramat sangat, karena aku membutuhkan tetes-tetes embun penderitaan untuk mengobati dahaga rindumu.

    Ketika cinta tidak harus saling memiliki adalah suatu pilihan pahit, sedangkan aku tetap menjaga perjanjian yang suci denganmu, maka aku akan mempercayai, akan datang suatu waktu dimana cinta itu akan kembali kepadaku... Aku percaya itu, pasti.

1 komentar: