Selasa, 25 Juni 2013

Untuk kamu

Kupandangi wanita gadis dipinggir pantai itu, memberikan harapan dan kenangan yang tak hilang
Lagi, dia memandangku dan siap memberiku banyak kenangan dan cerita indah. Mengapa jiwaku mesti bergetar sedangkan musimpun manis kudengar, mungkin karna kulihat lagi lentik bulu matamu, bibirmu, dan rambutmu yang kau biarkan jatuh bergerai dikeningmu, makin mengajakku terpana dan akan kugoreskan tinta cinta. Aku akan tetap dalam pendirianku " Aku tak pernah kalah karena mencintai seseorang, aku selalu kalah karena tidak berterus terang."

Ya, cerita indah dari bibirnya yang merah merekah, dari tata nada yang mengalun merdu ditelingaku. Kau memberiku janji janji yang sangat manis dan cerita yang aku pikir akan indah seperti bunga mawar yang merah merekah, bunga mawar yang tak kuperdulikan durinya.

Tetapi, aku malah terkena durinya, duri tajam dari bunga mawar yang kupikir indah itu.
Dia melukai perlahan, secara perlahan tapi pasti, saat kunikmati indahnya malam dengan bintang bintang yang elok, kau malah memberikanku bulan yang kelabu, yang menutupi harapan, semua HARAPAN.

Kupikir kaulah yang terindah untukku, untuk hati yang kosong sehabis ditinggalkan pemiliknya tanpa sisa, hati yang baru saja barang barangnya diangkut pergi oleh seseorang yang singgah sejak lama dan memaksa untuk pergi dan ternyata kamu mengikuti jejaknya, ikut pergi sebelum kau miliki seutuhnya diriku, sebelum kau ubah status kesendirianku, ikut bergegas menginap dihati oranglain yang belum tentu lebih baik dariku, yang belum tentu indah dariku, dan setelah kusadari kubukan yang terbaik yang ada dihatimu tak dapat kutampikan ternyata dirinyalah yang mengerti kamu, bukanlah diriku.

Aku tau kau diciptakan bukanlah untukku tapi aku tak mau perduli, sebab cinta tak mesti bersatu dan biarlah kucumbui bayangmu serta kusantarkan harapanku.

Memang pedih bila kuingat lagi janji yang pernah kita ucapkan dulu, ternyata kini kau ubah semuanya, tak mengerti aku. Bila memang cinta tak berbalas, bila memang harus kunikmati cinta hanya sebatas mimpi, biarkanlah kasih indah tak lekang walau semua ini hanya sebatas mimpi. Aku tak akan pernah melupakan hari pertama kali aku melihat "impian berjalan" ( kamu )

Bila yang tertulis untukku adalah yang terbaik untukmu, kan kujadikan engkau kenangan yang terindah dalam hidupku. Namun, tak kan mudah bagiku meninggalkan jejak hidupmu yang telah terukir abadi sebagai kenangan yang terindah.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar